Melihat dari dekat kehidupan masyarakat di daerah hulu sungai Berantas ,Jawa timur

Diposting oleh Ningsih pada 20:09, 26-Agu-14

5-ikandisungaibrantas.jpgbrantas.jpg

collectie-tropenmuseum-ri.jpg Sungai Berantas,sebuah sungai di jawa timur terpanjang kedua dipulau jawa setelah sungai bengawan Solo kemudian sungai Berantas bermata air di desa sumber berantas (kota Batu) dan mengalir ke Kab Malang,blitar,tulungagung,kendiri,jombang dan kab mojokerto.

Daerah hulu sungai Berantas sejak dulu dijadikan pemukiman penduduk yang jumlahnya terus meningkat mengingat daerah hulu sungai kawasan subur hingga mendorong penduduk sekitar daerah hulu sungai Berantas membuka lahan yang dulunya kawasan hutan ,rawa menjadi pemukiman penduduk,lahan pertanian,perkebunan,tambak ikan dan membuat daerah hulu sungai menjelma menjadi pemukiman desa dengan beragam budayanya.

Kini jumlah pemukiman penduduk maupun desa disepanjang daerah hulu sungai Berantas makin meningkat akibat faktor ekonomi ,nanun dampaknya luarbiasa bagi lingkungan hidup terutama air dan hutan yang kian terancam kelestariannya dan sejak itulah daerah hulu sungai Berantas dibentuk balai besar wilayah sungai berantas atau bbwsberantas oleh pemerintah setempat untuk mengawasi kelestarian hutan,air,pemberdayaan masyarakat hulu sungai dan lainnya.

Derah hulu sungai Berantas sampai sekarang banyak dijumpai desa dengan segala kehidupannya diantaranya Desa Tawangsari terletak di kecamatan Pujon,kabupaten Malang,jawatimur kemudian menariknya desa ini berada daerah dataran tinggi disekitar hutan perhutani dan hutan raya sehingga membuat desa Tawangsari indah nan asri.

Mata pencaharian sebagian besar penduduk desa Tawangsari sebagaimana dilansir bbwsberantas.com petani atau pemilik tanah serta buruh tani dengan membuka lahan pertanian holtikultura ,selain bertani masyarakat desa Tawangsari memelihara ternak sapi perah sebagai usaha sampingan.

Desa yang berada didaerah hulu sungai Berantas lainnya yakni desa Sumber Berantas dan desa Tulungrejo dikecamatan Bumiaji Buah Batu ,kabupaten Malang letaknya tidak jauh dari sumber air sungai Berantas yang mayoritas mata pencaharian masyarakat kedua desa ini petani baik pemilik lahan maupun buruh bertani juga memelihara ternak perah sebagai usaha sampingan.

Desa Jatiduwuh ,sebuah desa kuno peninggalan Majapahit adalah salah satu desa yang berada didaerah hulu sungai Berantas tepatnya berlokasi kecamatan Kesamben ,kabupaten Jombang ,jawatimur dan mayoritas mata pencaharian masyarakat desa Jatiduwuh sama dengan desa lainnya didaerah hulu sungai Berantas yakni petani juga pemilik tanah ,peternak sapi perah serta memelihara ikan ditambak.

Semenjak daerah hulu sungai berantas menjelma menjadi pemukiman penduduk atau desa geliat ekonomi daerah ini kian berkembang,namun disisi lain masyarakat di hulu sungai melakukan penambangan pasir ilegal di daerah aliran sungai atau DAS dengan alasan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari .Melihat kondisi ini bbwsberantas terus melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat hulu sungai Berantas dengan mengembangkan usaha seperti:memelihara ternak sapi perah,ikan di tambak dan mendirikan koperasi usaha tanpa merusak hutan dan air

Kehidupan masyarakat daerah hulu sungai penuh dengan dilema disisi lain mereka ingin hidup maju dengan bertani membuka lahan pertanian ,tetapi terkadang mereka tidak memperhatikan kelestarian lingkungan terutama air maupun hutan dan sejak itulah perlu adanya pemberdayaan masyarakat daerah hulu sebagaimana dilansir bbwsberantas.com oleh bbwsberantas bertujuan mengajak bersama-sama melanjutkan pembangun tanpa merusak lingkungan dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar daerah hulu sungai berantas dengan mengadakan penghijauan,perbaikan drainase ,perbaikan sarana air.

Selain mengadakan penghijauan bbwsberantas juga menggelar pelatihan pembuatan 2 unit biogas dari kotoran sapi agar lmbah kotoran sapi yang dibuang ke sungai menjadi gas bio yang tidak membahayakan kualitas air dengan cara ini bbwsberantas memberi alternatif pekerjaan sebagai pemberdayaan secara ekonomi diseluruh desa di sepanjang DAS sungai Berantas

Jatiduwuh,desa kuno peninggalan kerajaan Majapahit

Diposting oleh Ningsih pada 14:37, 25-Agu-14

wayang-topeng-jombang-2.jpg

Desa Jatiduwuh,sebuah desa yang terletak didaerah hulu sungai Berantas,kecamatan Kesamben,kabupaten Jombang,jawatimur kemudian desa Jatiduwur yang berlokasi jauh dari pusat kota Jombang ini ternyata adalah desa kuno peninggalan kerajaan Majapahit.

Desa Jatiduwuh yang dikenal indah nan asri dengan latarbelakang sungai Berantas banyak dijumpai peninggalan sejarah kerajaan Majapahit antara lain kanal-kanal kuno yang diduga dulu kanal peninggalan masa kerajaan Majapahit kemudian kanal-kanal kuno ini panjangnya puluhan kilometer mengelilingi kawasan desa Jatiduwur dan sekitarnya.

Kanal kuno yang panjangnya puluhan kilometer ada ditemukan kawasan Desa Jatiduwur adalah fakta sejarah mengejutkan betapa tidak kanal-kanal inilah sebagaimana dilansir kompas.com 19 Febuary 2013 menjadi ciri ibukota Majapahit seperti yang ditemukan oleh Maclaine Point peneliti pertama situs Majapahit. Kanal kuno yang ada dikawasan desa Jatiduwuh diduga dulu dimanfaatkan oleh Patih gajahmada untuk melarikan raja Majapahit ke 2 bernama Prabu Jayanagara dari kejaran Pemberontak Ra Kuti tahun 1293 M dengan menggunakan rakitan bambu yang dibuat oleh anak buah ki ageng Jatiduwuh ,kepala desa jatiduwuh dan sampai sekarang bekas kanal-kanal kuno maupun hutan bambu masih dijumpai dalam kawasan desa Jatiduwuh,kecamatan Kesamben,kabupaten Jombang,jawatimur.

Desa Jatiduwuh sebagai desa kuno peninggalan kerajaan Majapahit memiliki cirikhas yang unik selain desa ini terdapat peninggalan sejarah kerajaan Majapahit berupa kanal-kanal kuno dulu tempat pelarian Jayanagara menuju desa Bedander juga terdapat seni tari peninggalan kerajaan Majapahit berusia ratusan tahun berdiri pada abad ke 18 yakni seni tari wayang topeng.

Seni tari wayang topeng adalah sebuah seni tarian peninggalan kerajaan Majapahit yang ada di desa Jatiduwur sejak tahun 18 kemudian tari wayang topeng ini terus berkelanjutan secara turun temurun hingga sekarang,meski pemilikan tari wayang topeng awalnya berpindah-pindah tempat ,namun akhirnya pemilikan tari wayang topeng berada ditangan desa Jatiduwur dan diwariskan pada ahli waris salah satunya sumarni generasi ke 6 penerus tari wayang topeng .

Seni tari wayang topeng sebagai peninggalan sejarah kerajaan Majapahit juga memiliki pakaian maupun gerakan yang unik berbeda dengan gerakan tari lainnya yakni adanya gerakan unsur wayang orang dari jawa selanjutnya cirikhas lainnya dari seni tradisional tari wayang topeng desa Jatiduwuh adalah pakaian yang mirip dengan wayang orang dilengkapi ornamen nan unik diiringi gamelan gending tradisional jawa dan sepanjang menari penari wayang topeng memakai topeng terbuat dari debog atau batang pohon pisang.Seni tari wayang topeng pada dasarnya berupa sendratari yang bercerita wiruncara murca penuh nuansa magis kemusrikan diiringi ritual sesajen digelar pada acara tertentu ruwatan dipinggir sungai berantas.

Desa Jatiduwur yang letaknya berada didaerah hulu sungai berantas mayoritas bermata pencarian petani juga pemilik tanah serta buruh tani dengan membuka lahan hutan untuk pertanian holtikultura ,disamping pertanian masyarakat desa Jatiduwur sebagaimana dilansir bbwsberantas .com masyarakat desa juga memanfaatkan daerah hulu sungai Berantas untuk memelihara ikan kemudian mereka berternak sapi perah, memelihara ikan di tambak dan mendirikan koperasi serba usaha.

Aktifitas ekonomi yang ada di Desa Jatiduwuh masih dibawah pengawasan bbwsberantas pasalnya desa ini berada didaerah hulu sungai berantas bersama desa lainnya,walau desa Jatiduwuh termasuk desa kuno terletak didaerah hulu sungai berantas kehidupan masyarakat desa ini dibilang maju dibidang ekonomi .

Kemajuan ekonomi desa Jatiduwuh terlihat dari sarana prasarana yang ada di desa ini mulai akses jalan menuju ke desa ini mudah dilalui kendaraan umum kemudian adanya beberapa kelompok tani berkembang didesa ini hingga membangun kandang peternakan yang besar dengan jumlah ternak sapi puluhan dan lainnya

Potret seni budaya desa Jatiduwur,kecamatan Kesamben,kabupaten Jombang, Jawa timur

Diposting oleh Ningsih pada 08:43, 24-Agu-14

tari-topeng-d.jpgwayang-topeng-jombang-2.jpg

Desa Jatiwudur adalah desa kuno yang terletak dikawasan bandaran sungai Berantas tepatnya di kecamatan Kesamben ,kab Jombang,jawa timur,meski lokasi desa ini berada jauh dari pusat kota Jombang ternyata desa Jatiduwur menyimpan kekayaan seni budaya yang luarbiasa keindahannya salah satunya seni tari Wayang Topeng.

Seni tari Wayang Topeng ,sebuah tarian peninggalan Majapahit yang telah ada sejak ratusan tahun lalu berada didesa Jatiduwuh,kecamatan Kesamben,kabupaten jombang,jawa timur.Seni tari Wayang Topeng dalam perkembanganya berbau magis dan kemusrikan ,walau para penari memiliki latar pendidikan agama yang kuat penampilan tarian Wayang topeng penuh diwarnai kegiatan ritual sesajen.

Seni tari wayang Topeng memiliki nilai seni,peradapan yang tinggi dilihat dari pakaian,gerakan nan unik berbeda seni tari lainnya di kabupaten Jombang ,jawatimur memiliki persamaan gerak ataupun pakaian dengan wayang orang diiringi gamelan jawa ,meski demikian seni tari Wayang Topeng digelar dalam suatu pertunjukkan memiliki tujuan tertentu yakni membangun silaturahmi antarsesama serta untuk keperluan nadzar.

Kini tarian wayang Topeng tidak lagi memiliki regenerasi mengingat generasi muda tidak ada yang tertarik melestarikan tarian Wayang topeng ,dampaknya jejak pakaian maupun gerakan tariannya sangat sulit ditemukan tidak adanya regenerasi kemudian pewaris tari wayang topeng hanya tinggal sangat sedikit itupun dapat dihitung dengan jari salah satunya penari wayang topeng bernama. sumarni generasi 7 pewaris tari wayang topeng dan priyo pemangku tari wayang topeng.

Pasca puluhan tahun tarian Wayang topeng tidak lagi aktif pada tanggal 4 Desember 2012 yang lalu pewaris tari wayang topeng Sumarni setempat mengaktifkan kembali tarian Wayang topeng bertepatan dasawarsa tari wayang topeng.

Pada acara Dasawarsa tari wayang topeng tersebut sebagaimana dilansir suarapendidikan.com 5 Desember 2012 digelar arak-arakan topeng debok( batang pohon pisang) diikuti anak-anak hingga dewasa ke pinggir sungai berantas diduga kawasani ini dulu pelabuhan kapal kerajaan Majapahit setelah usai arak-arakan topeng debog digelar pertunjukan tari wayang topeng yang dimainkan para mahasiswa dan perayaan dasawarsa tahun itu digelar dengan cara berbeda dengan harapan tarian wayang topeng dapat bangkit kembali dari keterpurukan 40 tahun. Seni budaya desa Jatiduwuh yang tak kalah menarik adalah topeng debok(batang pohon pisang) sebuah tarian berdiri sejak zaman belanda abad ke-19 dan tarian topeng debog dimainkan banyak penari .Tarian topeng debog memang menarik pada konstum pasalnya sebagaimana dilansir Detiknews.com 4 Desember 2011 selama menari tak lepas dari topeng terbuat dari debog kemudian pakaian khas tari topeng debog dilengkapi selendang sutera dipakaikan pada leher diiringi alunan gamelan.

Tarian topeng Debog sebagaimana dilansir Detiknews.com 4 Desember 2011 memiliki persamaan dengan gerakan tarian Remo Jombang yang banyak tarian pada tangan,sedangkan gerakan tarian topeng Debog banyak gerakan tarian pada kaki.Tarian Topeng debog digelar tidak dapat setiap saat,namun tarian topeng debog dipertunjukkan pada hari tertentu terutama ketika melakukan ritual ruwatan desa. Gelar pertunjukan tari topeng Debog desa Jatiduwui memang unik tidak dipentaskan dalam gedung atau lapangan terbuka melainkan dibantaran sungai berantas dengan tujuan untuk mengingatkan pentingnya penghijauan yang ada dibantaran sungai terutama pepohonan pisang tetap hijau dan tidak longsor.

Komunitas seni tari topeng di desa Jatiduwur tidak hanya tari wayang topeng,tari topeng debog melainkan juga komunitas seni topong Sandur Manduro ,namun tari wayang topeng telah ada sejak ratusan tahun lalu dan Tarian seni topeng yang ada di desa Jatiduwur hampir punah dan kini mencoba bangkit kembali ,meski keterbatasan dana sebagaimana dilansir Liputan6.com 4 Desember 2011 ditengah keterbatasan dana masyarakat desa Jatiduwuh tidak patah semangat mereka mengumpulkan uang secara swadaya untuk biaya operasional seni tari topeng dengan mendirikan sanggar tari sebagai tempat pelatihan tari bagi generasi muda mulai anak-anak hingga dewasa mengingat regenerasi tari topeng sulit dilakukan dan cara efektif melestarikan tari topeng melalui sanggar tari.

Potret pertanian zaman kerajaan Majapahit

Diposting oleh Ningsih pada 08:13, 23-Agu-14

1600295-metropolitan-maja.jpg Wilayah kerajaan Majapahit yang berada dikawasan sungai Berantas dan gunung berapi membuat lahan diwilayah ini indah nan subur mendorong masyarakat Majapahit membuka lahan untuk pemukiman,lahan pertanian dengan membakar hutan dimana abu hasil pembakaran dijadikan pupuk.

Pasca pembukaan hutan masyarakat Majapahit mengolah lahan pertanian dengan menggunakan tehnologi pertanian sederhana terbuat dari bahan pilihan:kayu,besi,bambu sehingga membentuk alat pertanian seperti linggis,cangkul menggali,arit memotomg rumput,bajak membajak sawah dan setelah tanah diolah menjadi lahan pertanian umumnya masyarakat Majapahit mengolah lahan kosong bekas hutan menjadi pemukiman ,perkebunan hutan ,pertanian dengan membagi pertanian menjadi 2 yakni pertanian ladang (tegalan,kebun,pertanian padi gaga,kacang-kacangan) dan pertanian sawah dengan menggunakan sistem pengairan atau irigasi.

Kegiatan pertanian mendapat perhatian besar dari penguasa Majapahit dengan memberi perlindungan para petani terutama soal pemakaian tanah selanjutnya penguasa Majapahit juga membangun sarana pertanian untuk pengairan . Sistem pengairan atau irigrasi memang luar biasa tertata dan terorganisir dengan baik menurut Edhie wurjantoro dalam Majalah Arkeologi tahun 1977 penguasa Majapahit membuat bendungan atau dawuhan untuk keperluan pengairan terkenal dengan bendungan batu kusmala sebagaimana dilansir prasasasti Kandangan.

Sistem pengairan masa Majapahit menurut prasasti Jiwu 1486 panghulu banu kemudian dibentuk pejabat yang mengatur pertanian mulai wanua,hulu waras,pangulung padi ,penguasa Majapahit menerapkan bebas pajak berupa sawah,kebun sebagaimana dilansir prasasti Kamalagi tahun 821 M dan Watukura tahun 912 M dan lainnya ,selain membuat prasasti tentang pertanian penguasa majapahit juga menetapkan daerah perdikan dampaknya kesejahteraan petani masa itu merata .

Pertanian di zaman kerajaan Majapahit memang berkembang pesat penguasa Majapahit tidak hanya mendirikan sistem pengairan berbentuk bendungan melainkan juga membangun jaringan kanal,waduk,kolam air yang dimanfaatkan irigrasi,pengendali banjir sekaligus sarana tranportasi air. Sistem pengairan dimasa Majapahit memang luarbiasa mampu meningkatkan pertanian hingga Majapahit mencapai puncak kejayaan membuat Majapahit menjelma menjadi kerajaan agraris dengan hasil pertanian padi,gandum,kapas, kacang-kacangan,pinang,daun sirih,labu kemudian pengolahan pertanian ada dalam prasasti smgan tambahan dan kitab arjunawiwaha. Hasil pertanian diekspor ,dijual ke pedagang asing dan hasil pertanian tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan perekonomian rakyat Majapahit sehari-hari kemudian aktifitas .pertanian dimasa Majapahit diriwayatkan dalam prasasti,relief,sastra dan peninggalan arkeologi

Pengaturan musim dalam pertanian Majapahit masyarakat Majapahit umumnya menggunakan bintang tertentu dilangit diantaranya: mangsa kasa berarti daun rontoh,mangsa kara berarti tanak retak dan pengaturan musim inilah para petani Majapahit dapat mengetahui masa panen .

Pertanian di zaman kerajaan Majapahit adalah sektor penting bagi Majapahit sebagai sumber pemasukan pajak negara selain perdagangan ,karena kegiatan pertanian inilah muncul perdagangan dengan memanfaatkan jaringan kanal,sungai menjadi sarana transportasi perdagangan hingga kawasan Majapahit berkembang menjadi jalur perdagangan dunia

Kegiatan pertanian Majapahit juga mampu menghatarkan Majapahit ke puncak kejayaan ,sebab dari hasil pertanian inilah para petani dapat mengembangkan usaha tidak saja bertani,berdagang melain juga beternak,berkebun dan membuat aneka kerajianan tangan yang umumnya terbuat dari tanah liat seperti terakota,keramik,batu bata

Majapahit : negara Maritim

Diposting oleh Ningsih pada 06:50, 22-Agu-14

1600295-metropolitan-maja.jpg

kapal-majapahit.jpg Wilayah Kerajaan Majapahit berada dikawasan sungai berantas dan pesisir pantai selatan pulau jawa membuat kawasan ini menjadi indah nan subur yang mendorong pemimpin Majapahit kala itu membangun pertanian dengan sistem pengairan modern dizamannya .Sistem pengairan yang dibangun majapahit memang luarbiasa tidak hanya irigasi,bendungan ,waduk melainkan juga dilengkapi kanal-kanal yang dibangun dipenjuru kota Majapahit hingga wilayah ini terbebas dari banjir .

Sistem pengairan inilah pertanian Majapahit menjadi maju pesat hingga Majapahit menjelma menjadi swasembada pangan selanjutnya kanal-kanal sungai dikawasan Majapahit dimanfaatkan sebagai sarana tranfortasi dan jalur perdagangan menjual berbagai produk-produk pertanian,perhutanan mendorong para pedagang asing tertarik menjual barang perdagangan di kawasan ini.

Semenjak itu kawasan Majapahit menjelma sebagai pusat ekonomi kemudian para pedagang membangun bandar pelabuhan disepanjang pesisir pantai hingga tumbuh komunitas -komunitas pedagang dengan membangun kampung-kampung lambat laun kampung tersebut berkembang menjadi kota pelabuhan.

Ekonomi Majapahit makin maju mencapai puncak kejayaan setelah Majapahit dikuasai raja Hayam Wuruk bersama ,mahapatih,patih Amungkubhumi Majapahit Gajahmada melalui sumpah amukti Palapa inilah wilayah kekuasaan Majapahit mampu disatukan dibawah kekuasaan Majapahit dan Mahapatih Gajahmada mampu menyatukan nusantara dibantu pasukan elit Islam Bhayangkara hingga wilayah Majapahit membentang luas mulai jawa,kalimantan,semenanjung malaya,tumasik,bali sampai Australia.

Wilayah kekuasaan Majapahit yang luas menjadi jalur perdagangan hingga terjadi kerjasama tidak hanya perdagangan ,melainkan juga politik serta sosial budaya lambat laut Majapahit menjadi kerajaan Maritim dan politik Mahapatih Gajahmada memang luarbiasa dengan memanfaatkan jalur perdagangan Majapahit menjelma menjadi kerajaan Maritim di nusantara.

Majapahit sebagai kerajaan Maritim memiliki pengaruh luarbiasa apalagi Majapahit dipimpin raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajahmada membuat Majapahit mencapai puncak kejayaan Maritim di nusantara ketika itu pengairan di wilayah penjuru nusantara tidak hanya digunakan sebagai jalur perdagangan ekonomi,kerjasama antar negara,pertukaran budaya melainkan juga dijadikan sebagai pertahanan keamanan Majapahit dari serangan negara asing dengan membentuk armada angkatan laut yang kuat.

Armada angkatan laut Majapahit dipimpin 2 tokoh militer Mahapatg Gajahmada dan Laksamana Mpu Nala memang luarbiasa dilengkapi senjata meriam cetbang ,kapal perang,kapal berbekalan yang ditempatkan 5 titik penting nusantara: pengairan pulau sumatera,laut selatan jawa,laut makasar,selat malaka dan laut jawa ke arah timur dengan jumlah kapal mencapai ribuan sebagaimana dilansir Kompas.com 4 januari 2012 menyebutkan kapal yang dimiliki berjumlah 2800 kapal .

Sejak Majapahit menjadi maritim pengaruhnya luarbiasa tidak hanya wilayah nusantara tetapi hingga wilayah asia tenggara dan bukti kuat yang menunjukkan Kerajaan Majapahit sebagai kerajaan Maritim sampai kini menimbulkan banyak penafsiran,namun fakta sejarah sebagaimana dilansir Kompas.com 5 Maret 2013 berdasarkan buku Majapahit negara Maritim karya Agus aris Munandar dikatakan bukti Majapahit sebagai kerajaan Maritim telah ditemukan yakni pejabat tinggi kemaritiman.

Munculnya Majapahit sebagai negara Maritim datangnya dari luar jawa yakni sumatera,bali,kalimantan,semenanjung Malaya ,meski demikian kemaritiman kerajaan Majapahit dapat berkembang cepat tidak lain dari pengaruh politik Sumpah palapa Mahapatih Gajahmada yang luarbiasa .Kejayaan Majapahit sebagai negara Maritim tidak berlangsung lama hanya bertahan 14 tahun akibat pergolakan politik berkepanjangan yang berujung perang Paregreg berakhir kehancuran Majapahit. Kehancuran Majapahit berasal dari faktor pemberontakan Samarawijaya dan 3 bersaudara tahun 1478 pada raja Bhre Kertawirabhumi yang juga berakhir gugurnya Bhre Kertawirabhumi .

Mengungkap keruntuhan kerajaan Majapahit

Diposting oleh Ningsih pada 09:22, 21-Agu-14

399px-bajang-ratu-gate-tr.jpg

Majapahit didirikan oleh Raden wijaya yang bergelar Kertarajasa jayawardhana berkuasa tahun 1293-1309 M kemudian Majapahit mulai mencapai puncak kejayaan dimasa gitaraja putri Gayatri Rajapatni bergelar Tribhuwana Tunggadewi berkuasa tahun 1329-1350 M dimasa ini Majapahit menunjukkan pengaruhnya diluar kekuasaan Majapahit yakni seluruh pulau jawa .

Majapahit mencapai puncak masa keemasan pada masa pemerintahan hayam wuruk bersama mahapatih gajahmada 1350-1389 M kemudian dimasa inilah Majapahit menjelma menjadi kerajaan besar yang wilayahnya terbentang luas dari jawa,kalimantan,sumatera,semananjung malaya,tumasik,bali hingga australia.Kejayaan Majapahit berlangsung 14 tahun ini mendorong majapahit menjadi kota metropolis,namun pasca pemerintahan hayam wuruk pemerintahan Majapahit diwarnai intrik-intrik politik ,pergolakan politik yang terus kepanjangan berujung perang Paragreg berakhir dengan kehancuran Majapahit.

Faktor utama Kehancuran Majapahit menurut sejumlah catatan sejarah akibat dari pergolakan politik yang terjadi dikalangan intern kerajaan Majapahit akibat perebutan kekuasaan kemudian penyebab kehancuran Majapahit lainnya adalah tidak adanya pemimpin yang mampu menggantikannya sekuat raja Hayam Wuruk.

Faktor penyebab kehancuran Majapahit menimbulkan pro dan kontra dikalangan sejarahwan hingga kini,tetapi salah satu faktor Kehancuran Majapahit menurut sejarahwan selama ini antara lain perang saudara Paregreg berkepanjangan menyebabkan pemerintahan pusat Majapahit lemah,kacau membuat daerah-daerah kekuasaan melepaskan diri juga berdampak pada ekonomi Majapahit.

Faktor penyebab kehancuran Majapahit yang lain sebagaimana menurut Darmogandul dengan tema Sabdopalo menyebutkan Raden Patah ,putra Bhre Kertabhumi menyerang Majapahit dipimpin oleh Bhre Kertabhumi ,ayah Raden Patah yang menyebabkan keruntuhan Majapahit tahun 1478 M.

Faktor penyebab keruntuhan Majapahit sebagaimana dikatakan Darmogandul dalam tema Sabdopalo tidak ada bukti kongkrid atas penyerangan Demak pada tahun itu yang dapat membuktikan bahwa Demak menyerang Majapahit dan membuat Majapahit hancur.

Faktor kehancuran Majapahit menurut kitab Pararaton bukan berasal dari penyerangan Demak tahun 1478 M sebagaimana dikenal selama ini ,melainkan ditahun itu Majapahit diserang Samarawijaya dan tiga berSaudara adalah putra kandung Raden Wijaya bergelar Kertajasa Jayawardhana.

Serangan Samarawijaya dan tiga bersaudara tahun 1478 M terjadi karena Dyah Suraprahawa tidak berhak atas tahta Majapahit.Pasca meninggalnya Kertajasa Jayawardhana menurut Kitab Pararaton tahta Majapahit dipegang oleh Raja Girisawardhana tidak lama kemudian Girisawardhana juga meninggal dunia dan digantikan Dyah Suraprabhawa sebagai raja Majapahit. Semenjak Dyah Suraprabhawa mengangkat dirinya menjadi raja Majapahit menurut Kitab Pararaton menimbulkan ketidakpuasan pada para putra Rajasawardhana Samarawijaya dan tiga bersaudara serta mereka berhak atas tahta kerajaan Majapahit yang dikuasai Dyah Suraprabhawa

Sikap ketidakpuasan Samarawijaya inilah berujung peperangan hebat yang tak dapat dihindari akibatnya raja Bhre Kertaabhumi tewas dalam peperangan tersebut dan Samarawijaya menang melawan Kertabhumi sebagaimana diceritakan dalam prasasti petak.

Peristiwa pemberontakan Samarawijaya inilah sesungguhnya yang menyebabkan kehancuran Majapahit berakhir tragis dengan gugurnya Bhre Kretabhumi yang terkenal dalam tradisi jawa Candrasengkala berbunyi Sirna ilang Kretaning bumi dan dampak kehancuran Majapahit ditandai tumbuhnya kerajaan islam dipenjuru nusantara diantaranya kerajaan kaling,demak,daha ,dll akibat dari lemahnya pemerintah pusat Majapahit