Kehidupan politik masa kerajaan Mataram kuno

by Ningsih on 03:50 PM, 20-May-13

prasasti-mantyasih.jpg Kerajaan mataram kuno adalah kerajaan Medang periode jawa tengah dimulai sejak masa pemerintahan rakai Mataram sang ratu Sanjaya yang diduga kuat pendiri wangsa Sanjaya .Kehidupan politik kerajaan medang atau mataram kuno sesungguhnya menarik ditelusuri salah satunya sistem pemerintahan yang dibuat masa pemerintahan Rakai Mataram dengan menggunakan gelar sang ratu Sanjaya tahun 732 M sebagaimana tercatat dalam prasasti canggal 732 M maupun naskah Carita Parahyangan.Sang ratu Sanjaya naik tahta menggantikan Sanna yang memerintah pulau jawa dengan mendirikan kerajaan baru bernama kerajaan Medang kemudian membangun ibukota kerajaan Mataram(Yogyakarta).Pasca pemerintah Sang ratu Sanjaya diganti oleh Rakai Panangkaran tahun 773 M dan sejak pemerintahan Rakai Panangkaran gelar sang ratu dihilangkan diganti dengan sri maharaja kemudian gelar ini terus digunakan oleh raja-raja mataram kuno hingga raja rakai pikatan yang tetap dilestarikan meski wangsa Sanjaya berkuasa kembali terlihat dari daftar raja-raja mataram kuno versi prasasti Mantyasih 907 M .Uniknya pada zaman Medang terdapat suatu tradisi mencatumkan jabatan lama disamping gelar maharaja Dyah Balitung misalnya yang mengeluarkan prasati Mantyasih 907 M adalah sri maharaja rakai watukura Dyah Balitung Dharmodaya Mahasambu yang berarti Dyah Balitung sebelum menjadi raja Medang sebagai kepala daerah watukura.Politik mataram kuno banyak dikuasai raja-raja keturunan wangsa Sailendra yang dimulai sejak pemerintahan Rakai Panangkaran 773 M hingga rakai Garung membuat wangsa Sailendra berada dipuncak kejayaan apalagi raja-raja Mataram kuno umumnya berasal dari wangsa Sailendra berhasil membangun candi-candi bercorak budha seperti candi mendut,candi borobudur,plaosan dan beberapa candi bercorak budha lainnya membuat persaingan politik antara wangsa Sanjaya dengan wangsa Sailendra makin ketat.Persaingan yang ketat antara kedua wangsa mendorong Samaratungga raja Medang keturunan Wangsa Sailendra berupaya menyatukan kembali kedua wangsa melalui ikatan perkawinan atau perkawinan politik rakai pikatan(wangsa sanjaya)dengan pramodyawardhani(wangsa Sailendra) .Perkawinan politik memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat Mataram kuno yakni tercipta kerukunan beragama dan masyarakat Mataram kuno baik menganut agama budha maupun hindu tetap hidup rukun serta saling bertoleransi.Sikap itu dibuktikan saat membangun candi borobudur yang saling kerjasama dan gotong royong.Perjalanan politik Mataram kuno yang cukup menarik ketika pemerintahan Rakai Pikatan bersama Pramodyawardhani diduga sebagai kebangkitan kembali wangsa sanjaya yang ratusan tahun kerajaan mataram kuno dikuasai wangsa Sailendra dengan menghidupkan kebudayaan hindu. Kebudayaan hindu masa pemerintahan Rakai Pikatan kian berkembang setelah agama resmi Mataram kuno yang semula agama budha Mahayan diganti agama hindu Siwa selanjutnya rakai Pikatan membangun candi Prambanan bercorak hindu sebagai tandingan candi Borobudur yang dibangun oleh wangsa Sailendra.Raja-raja Mataram kuno terkenal gagah berani, tegas,bijaksana dan toleran terhadap agama lain selanjutnya raja-raja Mataram kuno dalam mengendalikan roda pemerintahan tidak hanya terfokus pada kepentingan sistem politik,namun beberapa raja mataram kuno dalam menjalankan pemerintahan lebih mengutamakan agama budha maupun hindu seperti ;rakai Warak,rakai garung ,samaratungga misalya yang banyak mendirikan bangunan suci sebagai tempat ibadah salah satunya komplek candi gedong songo,candi dieng ataupun candi borobudur.Menariknya pergantian raja-raja Mataram kuno seringkali diwarnai perang saudara,kudeta hingga pertumpahan darah berujung kehancuran istana beserta ibukota kerajaan sehingga perpindahan ibukota dan pembangunan istana kerajaan yang baru tidak bisa dihindarkan.Walaupun kehidupan politik kerajaan Medang periode jawa tengah atau kerajaan mataram kuno diwarnai perang saudara,kudeta dan pertumpahan darah raja-raja Mataram kuno mampu menciptakan kebudayaan mataram kuno yang adiluhung baik berupa prasasti,arca,patung,relief ,sayair dan candi misalnya candi kalasan,candi borobudur.Kehidupan politik mataram kuno berakhir seiring dipindahkanya istana beserta ibukota kerajaan Mataram kuno ke jawa timur oleh Mpu sindok yang menciptakan sistem politik dan dinasti yakni Wangsa Isyana.

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

2 responses to "Kehidupan politik masa kerajaan Mataram kuno"

semrawut [04:31 PM, 20-May-13]

Memantau aja om komen balik dong

deva feth pein [07:45 PM, 20-May-13]

ane nyimak aja sob

ditunggu kunjungan balik nya gan di
http://wahyu58.heck.in/download-hataraku-maou-sama-subtitle-ind.xhtml

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images