Minak Jinggo

Diposting oleh Ningsih pada 08:23, 17-Jun-13

minak-jinggo.jpg Minak Jinggo,seorang adipati kerajaan Blambangan yang terkenal sakti mandraguna dan adipati Minak Jinggo ini sesungguhnya seorang pemuda bernama Joko Umbaran asal daerah Brati ,Pasuruan yang pandai berperang.Joko Umbaran dikenal masyarakat Blambangan setelah menjadi pemenang sayembara yang digelar Ratu Ayu Kencanawungu ,ratu Majapahit abad 6 .Pada sayembara tersebut Joko Umbaran berhasil membunuh Kebo Marcuet yang terkenal sakti mandraguna memiliki tanduk seperti kerbau dengan mematahkan tanduk dikepala Kebo Mercuet dan tanduk itu diubah oleh Joko Umbaran menjadi gada wesi kuning yang kelak menjadi senjata Jaka Umbaran .Joko Umbaran menang sayembara setelah dibantu pemanjat kelapa bernama Dayun ,namun pasca berperang melawan Kebo Mercuet wajah Joko Umbaran rusak dan kakinya pincang.Hadiah istimewa sayembara yang digelar Ratu Kencanawungu bagi Joko Umbaran adalah raja Blambangan bergelar Minak Jinggo atau Uru Bismo.Semenjak Joko Umbaran bergelar Minak Jinggo sikapnya menjadi tamak,serakah,sadis,keji dan sombong,culas bahkan digambarkan sebagai orang berkepala anjing,perut buntil dan gemar memakai klinting dikaki.Pasca Joko Umbaran bergelar Minak Jinggo kemudian menikah dengan gadis ningrat asal Bali bernama Wahita dan Puyengan dan menariknya Minak Jinggo tetap menagih hadiah lain yang dijanjikan ratu Kencanawungu akan dijadikan suami putri Kencanawungu ,Melihat keadaan Minak Jinggo yang wajahnya rusak dan kakinya pincang membuat Putri kencanawungu tidak bersedia memenuhi janjinya . Mendengar kabar itu minak Jinggo marah besar dan sikapnya kasar,brutal ,bahkan kedua isterinya tidak dapat mengendalikan emosi Minak Jinggo dan mengancam merebut kekuasaan Majapahit dari Ratu,melepaskan diri dari Majapahit ataupun menjadi raja dikadipaten Blambangan.Kisah perjalanan hidup Minak Jinggo yang menarik saat menghadapi perang sayembara yang digelar Ratu Kencanawungu melawan peserta sayembara bernama Damarwulan yang peristiwa perang antara Damarwulan-Menak Jinggo tercatat salah satunya dalam serat Damarwulan .Perang sayembara antara Damarwulan-Minak Jinggo berlangsung seru nan dahsyat ,bahkan saat awal berperang Minak Jinggo langsung menggunakan senjata sakti Gada wesi kuning untuk membunuh Damarwulan,namun saat itu Damarwulan terluka akibat terkena senjata itu membuat Damarwulan dipenjara.Uniknya kedua isteri Minak Jinggo malah jatuh hati pada Damarwulan,tetapi keakraban Damarwulan dengan kedua isteri Minak Jinggo membuat rahasia kesaktian Minak Jinggo terbongkar oleh dewi Suhita yang menceritakan kesaktian Minak Jinggo terletak pada senjata gada wesi kuning.Berkat kecerdikan isteri Minak Jinggo dewi Suhita senjata gada wesi kunik milik Minak Jinggo dapat diambil selanjutnya diserahkan pada Damarwulan dan senjata inilah Minak Jinggo dapat dibunuh oleh Damarwulan dengan memenggal kepala Minak Jinggo untuk dipersembahkan pada sang ratu Kencanawungu.Minak Jinggo sering dihina sebagai adipati yang berkepala anjing dengan perut buncit,pemberontak serta pengrongrong kedaulatan Majapahit,namun masyarakat Banyuwangi memandang Minak Jinggo sebagai sosok pahlawan yang dihormati ,dijunjung tinggi sekaligus sebagai lambang dari kedaulatan Blambangan.Sosok Minak Jinggo sebagai pahlawan bagi masyarakat Banyuwangi,jawa timur tergambar jelas dalam bahasa using adegan pertunjukkan tari Janger yang digelar oleh kelompok Janger dimana pemainnya orang using sendiri.Kini cerita Minak Jinggo tetap melegenda dalam masyarakat tanah jawa dan petilasan sosok Minak Jinggo dapat dijumpai dalam kawasan Mojokerto,jawa timur tepatnya hutan alas purwo yang diduga tempat ini sebagai tempat pembuangan potongan tubuh Minak Jinggo yang meninggal akibat dibunuh dan dipotong kepalanya oleh Damarwulan ,raja Majapahit bergelar Prabu Mertawijaya kemudian prosesi penyatuan tubuh Minak Jinggo yang terpotong-potong yang dibuang pada lokasi terpisah-pisah dilakukan oleh juru kunci alas turbo melalui persembahan atau upacara pangabean yang berlangsung penuh nuansa horor yang menegangkan

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar