Potret kehidupan ekonomi masa kerajaan Sriwijaya

Diposting oleh Ningsih pada 14:20, 31-Mei-13

sejarah-kerajaan-sriwijay.jpg Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim terbesar dinusantara dengan sungai musinya sebagai pusat pelabuhan dipadu dengan armada lautnya yang kuat nan tangguh membuat Sriwijaya sebagai salah satu kemaharajaan bahari yang pernah berdiri di Swarnadwipa atau pulau Sumatera.Kehidupan ekonomi kerajaan Sriwijaya mulai dibangun sejak pemerintahan Dapunta Hyang Sri Rajasana tahun 671 M berpusat dikawasan sungai musi.Kawasan sungai Musi letaknya strategis berada ditengah perdagangan India-China tidak jauh dari selat Malaka, semanjung malaya mendorong Dapunta Hyang terus mengembangkan sungai Musi sebagai sarana transportasi antar daerah,pelayaran dengan menggunakan kapal kayu bernama Cadik .Kapal kayu kala itu selain sebagai transportasi juga dimanfaatkan sebagai mengangkut barang dagangan dan transaksi perdagangan kemudian sekitar sungai Musi dibangunnya pusat-pusat perdagangan berupa pelabuhan serta kampung -kampung perdagangan.Tak heran tidak berapa lama kemudian Sriwijaya sekitar tahun 670-an menjadi pusat perdagangan asia tenggara sebagaimana catatan perjalanan I Tsing seorang pendeta budha yang tinggal selama 6 bulan tahun 671 M dikerajaan Sriwijaya.Menariknya untuk memperlancar maupun memperluas kawasan perdagangan raja-raja Sriwijaya seringkali mengadakan hubungan perdagangan dengan menaklukan,ekspedisi militer ke kerajaan lain ,bahkan sampai mengerahkan puluhan ribu bala tentara tidak lain untuk menjamin monopoli perdagangan laut yakni dengan menggempur bandar pelabuhan pesaingnya seperti bandar malayu di Jambi,kota kapur di pulau Bangka,Tarumanegara,sunda,kalingga ,bandar kedah,chaiya dan sejumlah bandar pelabuhan yang ditaklukan dalam pengaruh Sriwijaya.Kerajaan Sriwijaya terkenal sebagai penghasil kapur barus,kayu cendana,pertanian,perkebunan, dan hasil rempah-rempah lainnya kemudian menariknya untuk mengembangkan kawasan perdagangan kerajaan Sriwijaya pada masa pemerintahan Sri Indrawarman juga menjalin hubungan dagang dengan tanah arab seperti Damaskur,suriah dan dinasti abbassiyah,dinasti Ummayah dan Cina .Kapal layar bercadi ganda serta bertiang layar yang digunakan armada Sailendara maupun Sriwijaya dalam pelayaran mampu menguasai asia tenggara, kurun waktu abad 7-13 .Kehidupan ekonomi kerajaan Sriwijaya terus mengalami kemajuan pesat pada masa pemerintah Sri Maharaja Balaputradewa dan kawasan perdagangan kerajaan Sriwijaya dimasa Balaputradewa makin meluas setelah adanya jalinan hubungan dagangan dengan Benggala,Colamandala di India membuat lalu lintas perdagangan Sriwijaya makin ramai,bahkan Sriwijaya mampu mengekspor beragam hasil bumi diantaranya gading,kulit dan beberapa jenis binatang yang unik.Kerajaan Sriwijaya tidak hanya mengekspor beberapa gading,kulit ke mancanegara melainkan juga mengimpor sutra ,permadani dan porselin.Sriwijaya juga kaya hasil bumi dan kekayaan hasil bumi membuat Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan India,Tiongkok.Hasil bumi Sriwijaya melimpah ruah sebagaimana catatan pedagang arab bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditas seperti kapur barus,kayu gahuru,cengkeh,pala,kepulaga,gading, emas.Perdagangan kerajaan Sriwijaya awalnya berkembang diwilayah nusantara,namun atas dasar keterbukaan dan saling menghargai antar pedagang membuat Sriwijaya tidak saja menjadi pusat pendidikan agama budha tetapi pusat perdagangan di Asia.Perdagangan maritim yang dikembangkan kerajaan Sriwijaya telah turut menciptakan ekonomi berbasis internasional dan perkembangan ini dipicu oleh kemajuan tehnologi transportasi pelayaran. Sementara sistem pajak juga berperan penting dalam perekonomian kerajaan Sriwijaya dan sistem pajak masa Sriwijaya diterapkan pada para pedagang asing yang masuk wilayah peairan Sriwijaya dengan jumlah pajak yang telah ditentukan kemudian pajak juga diwajibkan bagi masyarakat setempat dengan pembayaran upeti yang dibayarkan setiap tahunnya.Kejayaan ekonomi dan bahari Sriwijaya terekam dalam relief candi Borobudur yang menggambarkan kapal kayu bertiang layar dan bercadik ganda melayari lautan nusantara sekitar abad 8.Sayangnya kejayaan bahari dan ekonomi Sriwijaya sekitar tahun 1030 berangsur-angsur menurun dampak dari serangan Chola dan serangan Dharmawangsa Teguh kemudian keadaan alam sungai Musi beserta beberapa anak sungai lainnya berupa pengendapan lumpur makin membuat ekonomi Sriwijaya lemah,kapal-kapal tidak lagi masuk ke pengairan sungai Musi juga membuat pendapatan pajak menurun ditambah lagi Sriwijaya letaknya jauh dari laut dan tidak strategis membuat Sriwijaya makin mundur

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "Potret kehidupan ekonomi masa kerajaan Sriwijaya"

Gilang pada 12:26, 01-Jun-13

Assalamu'alaikum
warohmatulloohi
wabarokaatuh.
Setia hadir sobat.

╔╗╔╦══╗╔═╦═╦══╗
║╚╝║╔╗╠╝─╠═╣─║║
║╔╗║╠╣║║─║║║─═╣
╚╝╚╩╝╚╩══╩═╩═╩╝

Suguhan post sobat selain siiip mantap. bermanfaat juga yahut<bagus sobat>.

......_
......../..(|
.......(....:
.....__\....\.._____
...(____)...`|
..(____)|....'|
...'(____).__|
....(___)__..|_____

Saat tour keliling jangan lupa
singgah ya sob...di GMB.
╱╲
     ╱╳╳╲     ┋⿲⿲┋   
◢◈◈◈◈◣﹊  ||⿳圁圁⿳||?
╬╬╬╬╬░░╬╬╬ ╬╬﹋
﹌﹋﹌﹋﹌﹋
﹌﹋
☺•⌣••⌣••⌣•☺
Terimakasih telah berbagi.
Wassalamu'alaikum
warohmatulloohi
wabarokaatuh.
[maaf komen copas]

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

Komentar terbaru dinonaktifkan pada posting ini.