Potret kehidupan ekonomi kerajaan Mataram kuno

Diposting oleh Ningsih pada 15:19, 21-Mei-13

temuan-wonoboyo.jpgjavanese-gold-mas-or-tahi.jpg Pembangunan ekonomi kerajaan Medang periode jawa Tengah atau kerajaan mataram kuno telah lama mendapat perhatian sejak kerajaan ini berdiri masa pemerintahan wangsa Sanjaya yakni raja Rakai Mataram sang ratu Sanjaya.Pusat kerajaan Mataram kuno yang berada dilembah sungai Progo nan subur yang mencakup daerah Magelang,muntilan,sleman dan Yogyakarta mendorong masyarakat setempat membangun pertanian dengan membuka lahan-lahan pertanian dengan ditanami aneka tanaman pertanian seperti padi dan rempah . Pertanian dimasa kerajaan mataram kuno telah lama dikembangkan sejak masa rakai Kanyuwangi bahkan masa itu hasil pertanian melimpah mampu mengekspor dan mengimpor ke daerah-daerah diwilayah nusantara maupun mancanegara.Ekonomi kerajaan mataram kuno terus maju pesat pada masa pemerintahan Rakai Watukura Dyah Balitung membangun pusat -pusat perdagangan disekitar kawasan sungai bengawan solo serta melibatkan penduduk sekitar sungai untuk menlancarkan arus lalu lintas perdagangan melalui jalur sungai tersebut.Penduduk desa sekitar sungai yang ikut berperan aktif dalam menlancarkan lalu lintas perdagangan diberi imbalan atau upah oleh pihak kerajaan Mataram kuno kemudian penduduk desa sekitar sungai dibebaskan dari pajak .Pembangunan pusat-pusat perdagangan juga terus dikembangkan sebagai pusat transaksi jual beli barang dagangan yakni dengan membangun dan menetapkan desa dalam suatu wilayah sebagai desa perdikan yang dijelaskan oleh Dyah Balitung disejumlah prasasti penting salah satunya prasasti ayam teas yang disebutkan desa Ayam teas dijadikan sebagai tanah perdikan dan sebagai tempat pedagang.Prasasti lain yang menjelaskan tentang desa perdikan yakni prasasti Mantyasih 907 ditemukan dikampung Mateseh,magelang utara berisi tentang desa mantyasih yang ditetapkan Dyah Balitung sebagai desa perdikan atau daerah bebas pajak .Prasasti ini masih berdiri megah di kampung Mateseh berupa lumpang batu yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan sima atau desa perdikan dan prasasti Mantyasih juga menjelaskan tentang keberadaan gunung susundara dan wukir sumbing.Penduduk mataram kuno tidak hanya dikenal pandai bertani ,tetapi juga pandai membuat beragam kerajinan kemudian dimasa pemerintahan Dyah Balitung pun kerajinan tangan mulai dikembangkan sehingga pusat-pusat perdagangan dikawasan kerajaan Mataram kuno tidak hanya seputar dunia pertanian melainkan juga beragam tempat traksaksi jual beli kerajinan tangan seperti tembikar,giok,gerabah tidak saja terbuat dari tanah liat,batu tetapi kerajinan emas dan perak.Beragam kerajinan awalnya dibuat untuk kalangan keraton Mataram kuno perkembangannya kalangan elit dimasa lalu memiliki koleksi aneka kerajinan tembikar emas.Pusat perdagangan yang dibuat Dyah Balitung telah meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan rakyat Mataram kuno.Pusat perdagangan yang ada dikawasan sungai bengawan solo mendorong pedagang asing melakukan kegiatan ekonomi seperti emas.perak adalah barang dagangan yang dibawa pedagang asing seperti pedagang tiongkok ,india dan negara lainnya sebagaimana tercatat dalam kronik tiongkok yang diduga telah ada hubungan diplomatik terungkap dalam catatan tiongkok Hsin Tsing Shu 618-906 dan sejarah rajakula Sung 906-1279 tentang keadaan jawa saat itu penghasilan kerajaan ,pegawai kerajaan tercatat seribu prajurit yang mengurus benteng,parit kota dan lumbung kerajaan. Kerajaan Medang periode jawa tengah dikuasai 2 wangsa yang berbeda agama maupun karakter yakni wangsa Sanjaya beragama hindu Siwa serta wangsa Mahayana beragama budha Himayana ,namun kedua wangsa yang dikenal bersaing ketat dalam bidang politik.Walaupun keduanya bersaing ketat dalam menjalankan roda pemerintahan kerajaan Mataram kuno,tetapi dibawah kekuasaan 2 wangsa sanjaya dan Sailendra bidang ekonomi kerajaan Mataram kuno maju pesat.Kemajuan ekonomi kerajaan Mataram kuno terlihat dari mata uang logam terbuat dari emas atau perak dikenal dengan nama mata uang emas tahil yang diduga sebagai alat pembayaran syah mataram kuno kala itu.Sayangnya ekonomi kerajaan Mataram kuno tidak berlangsung akibat tidak memiliki pelabuhan laut sehingga tidak dapat berhubungan dengan dunia luar ,bencana alam letusan gunung merapi serta ancaman serangan dari kerajaan Sriwijaya mendorong Empu Sindok memindahkan istana beserta ibukota kerajaan Medang yang ada di jawa tengah ke jawa timur .Wilayah jawa timur yang berada dikawasan sungai Berantas nan subur dan mempunyai akses pelayaran menuju laut jawa .

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

2 tanggapan untuk "Potret kehidupan ekonomi kerajaan Mataram kuno"

semrawut pada 16:10, 21-Mei-13

Mataram kuno

Aryo Robeth Elmuna pada 19:07, 21-Mei-13

keren kerajinan emas dan peraknya

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar