Potret kehidupan ekonomi masa Dinasti Umayyah

Diposting oleh Ningsih pada 12:09, 25-Sep-13

aqsha.jpg Dinasti Umayyah yang didirikan Khalifah Muawiyah bin Abu Suffah tahun 661 M melalui pepeperangan,tipu daya dan tanpa pemungutan suara dapat bertahan selama 90 tahun dari tahun 661 M -751 M.Jangka waktu 90 tahun Dinasti Umayyah tidak saja memperluas wilayah pemerintahan Islam melainkan juga mampu mengembangkan sistem ekonomi Islam dalam suatu pemerintahan sehingga ekonomi ketika itu maju pesat dan masyarakat pun makmur serta sejahtera.Kehidupan ekonomi masa Umyyah berkembang pesat tak lepas dari hasil interpretasi kalangan ilmuwan lintas disiplin yang berlatar fiqh,tasawuf,filsafat,sosiologi dan lainnya .Menariknya kehidupan ekonomi diera Umayyah juga tak terlepas para Khalifah Umayyah yang tidak lagi terfokus pada pemegang otoritas agama dan politik ,namun cakupannya lebih luas lagi layaknya kepala negara yang tinggal di Istana nan megah . Pemerintah Umayyah tiada henti mengeluarkan beragam kebijakkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat salah satunya kebijakkan ekonomi dibentuk berdasarkan itjihad para Fuqoha dan ulama sebagai konsekwensi semakin jauhnya rentang waktu antara zaman Rasasullah SAW dengan pemerintahan Umayyah yang dikembangkan oleh para Khalifah mulai dari masa Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan 661 M-680 M.Khalifah Muawiyah m adalah pendiri Dinasti Umayyah sekaligus peletak dasar-dasar dibidang ekonomi yang fundamental ,meski berkuasa pada masa transisi dari masa Khala faur Rasyidin ke masa Dinasti Umayyah Muawiyah dapat melewati dengan gemilang terbukti Muawiyah mampu memperluas wilayah kekuasaan hingga perancis .Pada era Muawiyah yang bersifat keras dan otoriter kemudian tanah-tanah yang tidak produktif diambil alih oleh pemerintah Umayyah untuk pengolahan pertanian, serta pembangunan kota.Era Muawiyyah inilah keuangan negara yang semula untuk kepentingan rakyat diambil alih menjadi kepentingan istana.Selanjutnya sektor ekonomi diera Muawiyah juga sudah mengenal pajak yang ditugaskan diwan kharaj menarik pajak dari masyarakat,sementara uang sebagai alat transaksi juga telah beredar dalam bentuk uang romawi.Sepeninggal Muawiyah Dinasti Umayyah berganti sistem turun temurun ,meski demikian Khalifah Abdul Malik bin Marwan pengganti Muawiyah tidak berhenti mengembangkan ekonomi ditandai dengan pembangunan pabrik modern yang memproduksi kapal perang,senjata di daerah di Tunisia juga membangun Qubbatus Sakra atau kubah batu di Palestina. kemudian Abdul Maliklah yang pertama kali mencentak mata uang dalam Islam.Seninggal Khalifah Abdul Malik ekonomi dinasti Umayyah sempat mengalami krisis akibat banyak pemberontakkan diera Khalifah al Walid bin Abdul Malik dampaknya para petani dibebani pajak yang sangat tinggi,para budak disiksa dan dilarang menikah.Walaupun era pemerintahan al Walid penuh pemberontakkan ,tetapi Khalifah al Walid mampu membangun rumah sakit kusta,membangun jalan raya,sumur-sumur untuk menyediakan air minum serta membangun masjid Umawi di Damaskus,merehalibatasi masjid nabawi di Madinah.Puncak kejayaan ekonomi Dinasti Umayyah terjadi pada era Khalifah Umar bin Abdul Aziz,seorang Khalifah bergaya hidup sederhana,bahkan menolak kendaraan dinas khusus Khalifah lebih memilih kuda pribadinya. Menariknya Ia dikenal Tawadhu' atau rendah hati tidak segan menyerahkan semua harta benda miliknya ke Baitul mal untuk kepentingan umum. Khalifah Umar juga berhasil menghentikan semua peperangan dengan golongan non muslim terutama golongan Syiah dengan mawalli atau muslim non Arab sehingga tiada lagi kelas sosial dan tetap menghidupkan kerukunan antar umat beragama.Kondisi inilah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat apalagi setelah Khalifah Umar memanfaatkan kas negara di Baitul Mal untuk kepentingan masyarakat umum,namun sayang pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz hanya berlangsung singkat 2 tahun kemudian diganti yazid ibn abd malik yang hidup bergemilang kemewahan kurang perhatikan rakyat akibatnya terjadi kerusuhan sampai masa Khalifah Hisyam bin Abdul Malik .Keadaan ekonomi diera Khalifah Hisyam terus mengalami kemunduran akibat terjadi beberapa pemberontakan atau peperangan sampai muncul kekuatan baru berasal dari Bani Hasyim yang didukung golongan Mawalli .Kekuatan inllah yang akhirnya mampu menggulingkan daulah Umawah dan muncul daulah baru yakni daulah bani Abbasiyyah .Sepeninggal Khalifah Hisyam ibn abd malik pemerintahan umawah makin lemah tetapi bermoral buruk hingga memperkuat golongan oposisi kemudian tahun 750 M daulah umawah digulingkan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan abu muslim

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar